Rabu, 25 November 2009

buku baru: LASKAR PEMIMPI; Andrea Hirata, Pembacanya dan Modernisa si Indonesia

From: puthut yulianto


---------------------------- Original Message ----------------------------
Subject: buku baru: LASKAR PEMIMPI; Andrea Hirata, Pembacanya dan
Modernisasi Indonesia
From: "Infobuku Insistpress" <infobuku_insist@yahoo.co.id>
Date: Tue, November 18, 2008 1:00 pm
--------------------------------------------------------------------------

Judul: LASKAR PEMIMPI; Andrea Hirata, Pembacanya dan Modernisasi Indonesia
/Penulis: Nurhady Sirimorok Tebal: 13X19cm, xx + 191 hal. /INSISTPress,
November 2008 /Harga: 45.000,-

Laskar Pemimpi menyorot isi novel-novel Andrea Hirata, Laskar Pelangi,
Sang Pemimpi dan Edensor. Lewat buku ini sang penulis, Nurhady Sirimorok,
telah memenuhi haknya sebagai pembaca karya Andrea, dan ia menafsiri karya
Andrea dengan pikirannya sendiri. Ia berusaha membongkar paradigma apa
yang ngendon di novel-novel karya Andrea: virus modernitas. Nurhady dengan
ciamik, memaparkan bagaimana imajinasi modernitas menyebar laksana virus
super cepat, bebas hambatan, dan menjadi faktor penggerak penting di dalam
novel-novel Andrea.
Laskar Pemimpi, bukan semata-mata mengkritik habis karya Andrea. Tetapi
berusaha menyodorkan hasil analisa yang tajam, dari sesuatu yang telah
lama tidak disentuh dalam dunia sastra. Menurut hemat saya, Nurhady hanya
meminjam novel-novel Andrea untuk menjelaskan apa yang merisaukan hatinya.
Nurhady berusaha membersihkan kacamata kita yang telah buram karena
terlewat asyik menyimak pandangan-pandangan yang homogen.
Semoga akan ada banyak karya yang mengkritisi isi produk sastra kita, dan
semoga ada yang punya waktu luang, kesabaran dan keberanian untuk
membeberkan dimensi politik dan ekonomi sastra kita. Tanpa pengetahuan
soal itu, para pelaku sastra ibarat bermain pedang di lanskap gelap. Sibuk
bergerak, menebas ke kanan dan ke kiri, kehilangan alasantama mengapa dan
untuk apa seseorang menulis, kehilangan peta dan kompas sehingga tidak
tahu sedang berada di mana, dan yang paling memprihatinkan tentu saja
kehilangan alasan etisnya.
(Puthut EA, Editor Buku "LASKAR PEMIMPI; Andrea Hirata, Pembacanya dan
Modernisasi Indonesia")


----------------------
TB INSISTPress
http://bukuinsistpress.blogspot.com/


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
You received this message because you are subscribed to the Google Groups
"FORUM.ALUMNI" group.
To post to this group, send email to forumalumni@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to
forumalumni+unsubscribe@googlegroups.com<forumalumni%2Bunsubscribe@googlegroups.com>
For more options, visit this group at
http://groups.google.com/group/forumalumni?hl=en
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---


**

Judul: LASKAR PEMIMPI; Andrea Hirata, Pembacanya dan Modernisasi
Indonesia<http://bukuinsistpress.blogspot.com/>/Penulis: Nurhady
Sirimorok Tebal: 13X19cm, xx + 191 hal. /INSISTPress,
November 2008 /Harga: 45.000,-

Laskar Pemimpi menyorot isi novel-novel Andrea Hirata, Laskar Pelangi, Sang
Pemimpi dan Edensor. Lewat buku ini sang penulis, Nurhady Sirimorok, telah
memenuhi haknya sebagai pembaca karya Andrea, dan ia menafsiri karya Andrea
dengan pikirannya sendiri. Ia berusaha membongkar paradigma apa yang ngendon
di novel-novel karya Andrea: virus modernitas. Nurhady dengan ciamik,
memaparkan bagaimana imajinasi modernitas menyebar laksana virus super
cepat, bebas hambatan, dan menjadi faktor penggerak penting di dalam
novel-novel Andrea.
Laskar Pemimpi, bukan semata-mata mengkritik habis karya Andrea. Tetapi
berusaha menyodorkan hasil analisa yang tajam, dari sesuatu yang telah lama
tidak disentuh dalam dunia sastra. Menurut hemat saya, Nurhady hanya
meminjam novel-novel Andrea untuk menjelaskan apa yang merisaukan hatinya.
Nurhady berusaha membersihkan kacamata kita yang telah buram karena terlewat
asyik menyimak pandangan-pandangan yang homogen.
Semoga akan ada banyak karya yang mengkritisi isi produk sastra kita, dan
semoga ada yang punya waktu luang, kesabaran dan keberanian untuk
membeberkan dimensi politik dan ekonomi sastra kita. Tanpa pengetahuan soal
itu, para pelaku sastra ibarat bermain pedang di lanskap gelap. Sibuk
bergerak, menebas ke kanan dan ke kiri, kehilangan alasantama mengapa dan
untuk apa seseorang menulis, kehilangan peta dan kompas sehingga tidak tahu
sedang berada di mana, dan yang paling memprihatinkan tentu saja kehilangan
alasan etisnya.
(Puthut EA, Editor Buku "LASKAR PEMIMPI; Andrea Hirata, Pembacanya dan
Modernisasi Indonesia")


----------------------
TB INSISTPress <http://bukuinsistpress.blogspot.com/>
http://bukuinsistpress.blogspot.com/
------------------------------

PENYEMBUHAN DAN KEAJAIBAN

From: puthut yulianto


From: Made Teddy Artiana <made.t.artiana@ gmail.com>
Subject: oleh2 dari Bali :: (Gede Prama) "Penyembuh dan Keajaiban"
Date: Monday, November 17, 2008, 6:35 AM

*PENYEMBUHAN DAN KEAJAIBAN*
Oleh: Gede Prama

Setiap kali ada keluarga atau sahabat yang datang ke rumah, ada saja yang
bertanya tentang arsitek yang mendisain rumah plus tamannya. Tentu saja saya
hanya bisa bingung, karena belum pernah menggunakan jasa satupun arsitek
untuk mendisain atau menata rumah. Yang ada hanyalah kesenangan saya untuk
mengutak-atik rumah ketika tidak ada kegiatan penting.

Mirip dengan kegiatan mendisain rumah buat badan kita, di mana proses
konstruksi dan rekonstruksi berjalan terus menerus, demikian juga dengan
kegiatan mengkonstruksi dan merekonstruksi rumah buat sang jiwa. Tidak ada
kata berhenti dalam hal ini. Melalui percakapan dengan sang diri, memori
yang lewat di kepala, pengalaman yang kita lalui setiap hari, dan yang
paling penting bagaimana kita menyikapi semua ini, adalah rangkaian kegiatan
(sengaja atau tidak sengaja) bagaimana kita membangun terus serta membangun
ulang badan ini.

Kesehatan, kebahagiaan, kesejahteraan, kecantikan hanyalah sinyal-sinyal
luar dari keindahan tubuh yang berhasil ditata secara apik dan rapi. Inti
yang bersemayam di dalam diri ini adalah inner peacefulness. Di mana dalam
bangun maupun tidur yang ada hanyalah diri yang tersenyum. Dalam gelap
maupun terang, ada orang lain atau tidak, sedang berdoa ataupun sedang
bekerja, yang ada hanyalah senyuman ke dalam diri.

Dalam konstruksi keyakinan seperti ini, saya amat bersyukur pernah membaca
karya *Bernie Siegel* (seorang dokter medis) yang menjadi best seller. Dalam
karyanya yang berjudul *Love, medicine and miracles*, Siegel bertutur amat
apik bagaimana banyak sekali pasien yang sudah tidak bisa ditangani oleh
logika-logika medis, bisa sembuh oleh sebuah upaya penyembuhan murah meriah
yang bernama cinta.

Di *Yayasan Menninger Topeka Kansas* pernah dilakukan pengujian-pengujian
terhadap beberapa pasangan yang lagi jatuh cinta (dalam pengertian
romantis). Mereka menemukan, dalam keadaan jatuh cinta tekanan darah
pasangan yang diteliti menurun, lebih jarang dikunjungi kelelahan, dan yang
paling penting rasa sakit banyak yang hilang. *Dr Christopher Coe* dari
Stanford pernah menyelidiki anak monyet yang dipisahkan dari induknya.
Terbukti, pemisahan anak monyet dari induknya membuat kekebalan tubuh anak
monyet menurun secara amat drastis. Psikolog dari Harvard *David Mc.
Clelland dan Carol Kirshnit* bahkan menemukan film-film yang bertemakan cinta
dan kasih sayang bisa meningkatkan tingkat immunoglobulin- A dalam air liur.
Film-film dokumenter tentang karya-karya *Ibu Theresa* juga menghasilkan
peningkatan immunoglobulin pada banyak penonton – terutama orang-orang yang
memilki sifat mementingkan orang lain. Penelitian *Leo Buscaglia* di Israel
bahkan menunjukkan, para suami yang dicium istrinya ketika berangkat ke
kantor, dan diantar sampai di depan rumah dengan lambaian tangan, mengalami
kecelakaan berkendaraan jauh lebih sedikit, serta memiliki rata-rata umur
lima tahun lebih tua. Dan bukti paling mutahir datang dari *Ibu
Theresa*beserta suster-susternya. Kendati setiap hari berinteraksi
dengan
orang-orang yang berpenyakit kronis serta menular, toh Bunda Theresa beserta
suster-susternya seperti kebal dari resiko penularan penyakit.

Pada suatu malam, di sebuah ruangan emergensi rumah sakit *Bernie
Siegel*pernah didatangi seorang pasien. Dengan mimik muka marah dan
bahkan
belakangan disertai memaki-maki dan berteriak-teriak, Siegel tidak punya
pilihan lain terkecuali harus menghadapinya. Ketika pasien ini sudah
berjarak kurang dari satu meter, Siegel mengucapkan kalimat lembut : *'I
love you'*. Dan di luar dugaan Siegel pasien ini langsung kembali ke tempat
tidurnya. Tentu saja ini mengherankan sekaligus nyata.

Sebenarnya masih banyak lagi bukti yang dihadirkan Bernie Siegel dalam buku
yang amat inspiratif ini. Yang jelas, dalam mengkonstruksi rumah jiwa maupun
sang jiwa itu sendiri, cinta adalah sarana konstruksi yang amat menentukan.
Dalam bagian tertentu karya Siegel (halaman 180) ia bahkan berani
menyimpulkan : *'all disease is ultimately related to a lack of love*. Semua
penyakit berakar pada ketiadaan atau keringnya cinta. Sebuah kesimpulan yang
berani tentunya, terutama karena keluar dari keyakinan seorang dokter. Lebih
meyakinkan lagi, di halaman 181 kesimpulan Siegel malah lebih berani lagi :
*'the truth is : love heals'*. Cinta itu menyembuhkan, itulah sebuah
kebenaran.

Saya tidak sedang membela Siegel, tidak juga sedang menghasut Anda, tidak
juga sedang menceritakan ketidakmampuan dunia kedokteran, pengalaman pribadi
saya maupun pengalaman saya bertemu banyak orang juga menunjukkan hal
serupa. Seorang artis senior pernah bertutur langsung ke saya, bagaimana ia
sembuh dari penyakit kanker payudara kronis, terutama karena ditunggui dan
dicintai suaminya dua puluh empat jam sehari. Seorang rohaniwan yang sudah
distempel meninggal paling lama setahun kemudian karena terkena penyakit
leukimia, masih hidup setelah bertahun-tahun kemudian, terutama setelah
mendalami pentingnya cinta dan keikhlasan di depan Tuhan. Dan masih ada lagi
bukti lainnya.

Apapun keyakinan Anda, yang jelas cinta berfungsi lebih dari sekadar
menyembuhkan rumah jiwa, ia juga menyucikan sang jiwa, sekaligus menjadi
magnet bagi datangnya keajaiban-keajaiban . Terlalu banyak catatan hidup
saya yang bisa dijadikan bukti dalam hal ini. Namun, karena kesombongan
adalah musuhnya cinta, izinkan saya menyimpannya dan menceritakannya hanya
kepada Tuhan.

***
Om Santi..Santi. .Santi
Made Teddy Artiana

*THE CAMPUHAN*
(021)86613722 - (021)70820318
0813 178 227 20 - 0815 740 900 80

Rabu, 18 November 2009

Senin, 09 November 2009

big leopard

Ternyata leopard catfish (silangan antara redtail catfish dan tiger
shovelnose catfish) bisa gede juga. Mungkin karena dipiara di kolam
yah? Ini bibitnya sudah murah sekali per ekor 10rb'an.. Tp kalo tahu
lubang yg jualnya cuman 5rb aja.. Kalo buat pancingan mayan kayaknya
karena gerakannya sangat aktif.. Punya saya udah 70cm gerakannya super
aktif dan makannya rakus banget...